Terkini, Bulukumba — Malam Ramadhan di Desa Lembanna terasa berbeda. Dari pelataran Masjid Babur Rahman di Dusun Bontoa Desa Lembanna Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, menyatu dengan semilir angin malam dan cahaya lampu yang menerangi wajah-wajah penuh harap para peserta.
Suasana religius itu menjadi bagian dari semarak Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat desa yang digelar dalam rangka memperingati Nuzulul Quran.
Kegiatan yang dimulai sejak malam ke-13 Ramadhan ini berlangsung hingga malam ke-16 Ramadhan dan akan mencapai puncaknya pada penutupan yang dijadwalkan pada malam ke-17 Ramadhan.
Setiap malam, ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan, menyaksikan sekaligus memberi dukungan kepada para peserta yang tampil mewakili enam dusun di Desa Lembanna.

Bagi masyarakat setempat, MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk lebih dekat dengan kitab suci.
Imam Desa Lembanna yang juga pembina keagamaan, H. Muh. Natsir, menyebut kegiatan yang digagas Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa Lembanna ini sebagai ikhtiar bersama dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
“Program PHBI Desa Lembanna ini merupakan sebuah ikhtiar untuk mewujudkan generasi muda yang cinta Al-Qur’an. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap anak-anak dan remaja semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Lembanna, Jamaluddin Sannai mengatakan pelaksanaan MTQ menghadirkan nuansa islami yang kuat di tengah masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan yang menjadi momentum memperkuat spiritualitas dan kebersamaan.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang semakin marak di era digital.
“Nuansa islami sangat terasa dalam pelaksanaan lomba ini. Kita berharap kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat tertanam dalam jiwa generasi muda sehingga mereka terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, dan perilaku negatif lainnya,” tuturnya.










