Ketua PHBI Desa Lembanna, Andi Muhammad Tasmira, menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba melibatkan dewan hakim dari kalangan tokoh agama setempat serta dua juri undangan dari luar desa untuk meningkatkan kualitas penilaian, khususnya pada cabang lomba Sholawat Badar.

Dua dewan hakim tersebut adalah Ustadzah Satiyah, S.Pd., M.Pd, pengasuh Pondok Tahfidz Abdul Jabbar Kareem Kalimporo, serta Ustadz Sudarman Ahmad, S.Pd, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Kajang.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan MTQ ini terselenggara berkat partisipasi masyarakat melalui amaliyah Ramadhan yang dikumpulkan oleh pengurus masjid di setiap dusun, ditambah dukungan dari LPTQ Desa Lembanna serta kontribusi dari pemerintah desa.
Sebagian besar dana yang terkumpul digunakan untuk memberikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil meraih juara pada setiap cabang lomba, mulai dari juara pertama hingga juara ketiga.
“Kami berharap dari kegiatan ini lahir talenta-talenta muda yang kelak dapat menjadi duta Desa Lembanna pada ajang lomba tingkat kecamatan bahkan hingga tingkat yang lebih tinggi,” kata Tasmira.
Sementara itu, salah satu dewan hakim lomba, Zainal Arifin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris PHBI Desa Lembanna, menyampaikan bahwa para juara pada cabang tilawah anak-anak dan remaja serta ceramah anak dan remaja akan dipersiapkan untuk mengikuti lomba yang akan digelar oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Kajang pada malam ke-18 Ramadhan mendatang.
Bagi masyarakat Lembanna, MTQ bukan sekadar panggung kompetisi. Ia telah menjadi tradisi tahunan yang mempertemukan warga dalam semangat kebersamaan, memperkuat syiar Islam, dan menumbuhkan generasi Qurani yang kelak diharapkan mampu membawa nama baik desa di berbagai ajang keagamaan.
Di bawah langit Ramadhan yang penuh berkah, lantunan ayat-ayat suci itu seakan menjadi harapan bersama: agar dari desa kecil ini lahir generasi yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup.










