Terkini, Bulukumba – Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan panen raya padi yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Bobo Jangang di Desa Bontoharu, Kecamatan Kindang, yang merupakan kelompok tani dampingan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, bersama Dandim 1411 Bulukumba Letkol Inf Heraldo Tabasonda, Sekretaris Daerah Bulukumba Ali Saleng, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Andi Trismiati, serta Camat Kindang Andi Amal Mattotorang.
Dalam sambutannya, Bupati Bulukumba yang akrab disapa Andi Utta menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya panen raya tersebut serta memberikan apresiasi kepada para petani yang telah bekerja keras mengelola lahan pertanian secara produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, panen raya tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian di Kabupaten Bulukumba.
“Panen raya ini merupakan momentum penting dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjadi bagian dari upaya besar kita dalam mewujudkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan penghargaan kepada kelompok tani di Desa Bontoharu yang telah berhasil mengelola lahan pertanian lebih dari 200 hektare dengan baik dan produktif.
Ia menjelaskan bahwa sebagian lahan yang kini menjadi lahan percontohan tersebut merupakan lahan yang telah dikelola sejak tahun 2018 dan terus mengalami peningkatan produksi dari waktu ke waktu.
Ia menyebutkan bahwa keberhasilan peningkatan produksi tersebut tidak terlepas dari penerapan metode pertanian yang lebih modern dan profesional, termasuk pengelolaan lahan yang lebih baik, penggunaan pupuk yang tepat, serta pendampingan dari penyuluh pertanian.
Dari yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan sekitar 3 ton per hektare, kini produksi padi di lahan tersebut meningkat menjadi sekitar 5 hingga 7 ton per hektare.










