Keseriusan dalam menyusun dokumen perencanaan kependudukan 2025–2029 menunjukkan bahwa langkah yang ditempuh tidak bersifat jangka pendek, melainkan terstruktur dan berkelanjutan.
Dari ruang rapat di Makassar, pesan yang dibawa pulang ke Bulukumba bukan sekadar plakat penghargaan.
Ia adalah amanah untuk menjaga konsistensi, memperluas kolaborasi, dan memastikan setiap ibu hamil, ibu menyusui, serta balita mendapatkan hak atas gizi dan perhatian yang layak.
Dan di sanalah, pembangunan keluarga dimulai—dari data yang akurat, dari dapur yang terisi, hingga dari komitmen yang terus diperbarui.









